Bertolak ke China Hari Ini, Jokowi Direncanakan Bertemu Xi Jinping

jokowi bertemu xi jinping
WartaBerita.Net — Jokowi saat bertemu Xi Jinping, thaun 2019. (Foto: Biro Kepresidenan RI)

WartaBerita.Net | JAKARTA — Jokowi bertemu xi jinping. Rencananya pertemuan itu akan berlangsung saat kunjungan Jokowi ke China, yang akan bertolak dari Jakarta Senin ini.

Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo bersiap menuju ke China pada Senin (25/07/2022) untuk menemui Presiden Xi Jinping. Jokowi renncananya bertolak pada pukul 13.00 WIB dari Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng menuju Beijing.

Kunjungan Jokowi ke China merupakan bagian dari lawatankenegaraan ke tiga negara Asia Timur setelah China, Jokowi dan rombongan akan mengunjungi Jepang dan Korea Selataan pada pekan ini.

Sebelumnya, dalam konferensi virtual pekan lalu, Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi,  menyatakan agenda utama kunjungan Jokowi ke tiga negara di Asia Timur itu. Retno menyampaikan misi kunjungan tersebut akan fokus pada penguatan kerja sama ekonomi, terutama di bidang investasi dan perdagangan.

“Saya ingin mengambil satu isu, yaitu menyampaikan rencana kunjungan Presiden RI [Jokowi] ke tiga negara Asia Timur, yaitu RRT [Republik Rakyat Tiongkok], Jepang, dan Korea Selatan,” ujar Retno, Kamis (21/7/2022).

“Rencana kunjungan Presiden RI [Jokowi] ke Beijing akan dilakukan pada 26 Juli 2022, sementara ke Tokyo 27 Juli, dan ke Seoul 28 Juli 2022. Kunjungan ini adalah kunjungan yang singkat, tiga hari untuk tiga negara,” tutur Retno lagi.

Dalam kunjungan tersebut, Jokowi dijadwalkan bertemu dengan beberapa pemimpin negara, yakni Perdana Menteri China Li Keqiang, Presiden China Xi Jinping, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida, dan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol.

Selain agenda penguatan kerja sama ekonomi, Jokowi juga akan membahas sejumlah isu terkait kawasan di Asia Pasifik.

“Selain membahas penguatan kerja sama bilateral, Presiden [Jokowi] dan para pemimpin ketiga negara tersebut, tentunya di dalam pertemuan bilateral masing-masing, akan membahas perkembangan terakhir beberapa isu kawasan dan isu internasional,” kata Retno lagi. [WB]